Senin, 07 November 2016

Lingkungan Pendidikan




Manusia memiliki sejumlah kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena interaksi manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia secara efisien dan efektif itulah yang disebut dengan pendidikan. Dan latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah, masyarakat. Seperti diketahui, lingkungan pendidikan pertama dan utama adalah keluarga. Makin bertambah usia seseorang, peranan lingkungan pendidikan lainnya (yakni sekolah dan masyarakat) semakin penting meskipun pengaruh lingkungan keluarga masih tetap berlanjut. 


          Berdasarkan perbedaan ciri-ciri penyelenggaraan pendidikan pada ketiga lingkungan pendidikan itu, maka ketiganya sering dibedakan sebagai pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan nonformal. Pendidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga berlangsung alamiah dan wajar serta disebut pendidikan informal. Sebaliknya, pendidikan di sekolah adalah pendidikan yang secara sengaja dirancang dan dilaksanakan dengan aturan-aturan yang ketat, seperti harus berjenjang dan berkesinambungan, sehingga disebut pendidikan formal. Sedangkan pendidikan dilingkungan masyarakat (umpamanya kursus dan kelompok belajar) tidak di persyaratkan berjenjang dan berkesinambungan, serta dengan aturan-aturan yang lebih longgar sehingga disebut pendidikan nonformal.  Pendidikan informal,formal,nonformal itu sering dipandang sebagai subsistem dari sistem pendidikan, serta secara bersama-sama menjadikan pendidikan berlangsung seumur hidup.
          Sebagai pelaksanan Pasal 31 Ayat 2 dari UUD 1945, telah ditetapkan UU RI No.2 Tahun 1989 tentang sisdiknas (beserta peraturan pelaksanaannya) yang menata kembali pendidikan di Indonesia, termasuk lingkungan pendidikan. Sisdiknas itu membedakan dua jalur pendidikan, yakni jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan sekolah adalahpendidikan yang diselenggarakan disekolah melaluikegiatan belajar-mengajar yang berjenjang dan berkesinambungan, mulai dari pendidikan prasekolah (taman kanak-kanak), pendidikan dasar (SD dan SLTP), pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sedangkan jalur pendidikan luar sekolah meliputikegiatan belajar-mengajaryang harus berjenjang dan berkesinambungan, baik yang dilembagakan maupuntidak, yang meliputi pendidikan keluarga, pendidikan prasekolah (seperti kelompok bermain dan penitipan anak), kursus, kelompok belajar, dan sebagainya. 

          Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, dan budaya), utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. Penataan lingkungan pendidikan itu terutama dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efisien dan efektif. Seperti diketahui proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sebagai akibat interaksi dengan lingkungannyaakan berlangsung secara alamiah dengan konsekuensi bahwa tumbuh kembang itu mungkin berlangsung lambat dan menyimpang dari tujuan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai usaha sadar untuk mengatur dan mengendalikan lingkungan itu sedemikian rupa agar dapat diperoleh peluang pencapaian tujuan secara optimal, dan dalam waktu serta dengan daya/dana yang seminimal mungkin. Dengan demikian diharapkan mutu sumber daya manusia makin lama semakin meningkat. Hal itu hanya dapat diwujudkan apabila setiap lingkungan pendidikan tersebut dapat melaksanakan fungsinya sebagaimana mestinya. Masyarakat akan dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya jika setiap individu belajar berbagai hal, baik pola-pola tingkah laku umum maupun peranan yang berbeda-beda. Untuk itu proses pendidikan harus berfungsi untuk peranan-peranan tertentu. Sehubung dengan fungsi yang kedua ini pendidikan bertugas untuk mengajarkan berbagai macam keterampilan dan keahlian. Meskipun pendidikan informal juga berperan melaksanakan kedua fungsi tersebut, tetapi sangat terbatas, khususnya dilaksanakan oleh masyarakatyang masih primitif. Pada masyarakat yang sudah maju, fungsi yang kedua dari pendidikan itu hampir sepenuhnya diambil ahli oleh lembaga pendidikan formal. Pendidikan formal berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan umum dan pengtahuan-pengetahuan yang bersifat khusus dalam rangka mempersiapkan anak untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. 

 Program umum yang diberikan oleh pendidikan formal didasarkan pada asumsi bahwa setiap anak harus memiliki pengtahuan umum , seperti: pengetahuan membaca, menulis dan berhitung. Disamping itu, program umum perlu di lakukan untuk memberikan dasar kebudayaan umum yang kuat demi kelangsungan hidup dan perkembangan masyarakat. Karena cepatnya perkembangan industri yang menuntut spesialisasi kemampuan dan keterampilan, maka pendidikan formal memberikan program yang berbeda-beda. Program pendidikan yang berbeda-beda yang mempersiapkan individu untuk berbagai posisi didalam masyarakat amat menentukan peranan pendidikan untuk mengalokasikan individu-individu di berbagai posisi dalam masyarakat. 

Perlu pula dikemukakan bahwa pendidikan dilakukan melalui tiga kegiatan yakni membimbing , mengajar, dan/atau melatih ( ayat 1 pasal 1 dari UU RI No. 2/1989). Meskipun ketiga kegiatan itu pada hakikatnya tritunggal, namun dapat dibedakan aspeknya tujuan pokok dari ketiganya yakni:
1.      Membimbing, terutama berkaitan dengan pemantapan jati diri dan pribadi dari segi-segi perilaku umum (aspek pembudayan).
2.      Mengajar, terutama berkaitan dengan penguasaan ilmu pengtahuan, dan
3.      Melatih, terutama berkaitan dengan keterampilan dan kemahiran (aspek teknologi).

Lingkungan mempunyai peranan besar dalam pembentukan pertumbuhan dan perkembangan anak, sebab bagaimanapun tumbuh kembang anak, pasti bersinggungan dengan lingkungannya. Begitu besarnya  pengaruh lingkungan dalam pendididikan, Dorothy Low Notle  menuliskan:
v  Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
v  Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
v  Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar untuk gelisah
v  Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri
v  Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
v  Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
v  Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
v  Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
v  Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
v  Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
v  Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
v  Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyayangi diri
v  Jika anak dibesarkan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
v  Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
v  Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
v  Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
v  Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dan kehidupan
v  Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

Lingkungan dalam pendidikan meliputi tiga hal yaitu: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiganya adalah satu kesatuan yang harus mendukung dalam pelaksanaan pendidikan.

1.      Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama karena manusia  pertama kalinya memperoleh pendidikan di lingkungan ini sebelum mengenal lingkungan yang lain. Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan. Pendidikan keluarga dapat dibagi menjadi dua yaitu pertama pendidikan prenatal yaitu masa pendidikan waktu dalam kandungan. Kedua pendidikan postnatal yaitu masa pendidikan setelah lahir.
2.      Lingkungan Sekolah
Karena perkembangan peradaban manusia, orang tidak mampu lagi untuk mendidik anaknya. Pada masyarakat yang semakin komplek, anak perlu persiapan khusus untuk mencapai masa dewasa. Persiapan ini perlu waktu, tempat dan proses yang khusus. Dengan demikian orang perlu lembaga tertentu untuk menggantikan sebagian fungsinya sebagai pendidik. Lembaga ini disebut sekolah. Dasar tanggung jawab sekolah akan pendidikan  meliputi tanggung jawab formal kelembagaan, tanggung jawab keilmuan, dan tanggung jawab fungsional.
3.      Lingkungan Masyarakat
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Begitu pentingnya peran serta masyarakat dlam keberhasilan proses pendidikan, maka hampir disetiap sekolah telah dibentuk komite dalam rangka memaksimalkan keberhasilan pendidikan sekolah. Selain itu, peran serta masyarakat adalah sebagai bentuk integrasi antara sekolah dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar