Jadi, bukan Agamalah yang salah, tetapi orang yang memeluk Agama Islam
banyak mengikuti Yahudi dan Nashrani, contohnya dari segi kehidupan sosial,
sebagian besar umat Islam hampir sama dengan mereka. Hiburan yang disukai, mode
pakaian yang dipakai, makanan yang dinikmati, film-film yang ditonton, bebasnya
hubungan lawan jenis dan lain-lain. Pola hidup sosial Yahudi dan Nashrani
melanda kehidupan umat Islam dengan dipandu media massa khususnya televisi.
Dalam kehidupan ekonomi, sistem bunga atau riba mendominasi persendian
ekonomi dunia dimana dunia Islam secara terpaksa atau sukarela harus
mengikutinya. Riba' yang sangat zhalim dan merusak telah begitu kuat mewarnai
ekonomi dunia, termasuk dunia Islam. Lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF,
Bank Dunia, WTO dll mendikte semua laju perekonomian di dunia Islam. Akibatnya
krisis ekonomi dan keuangan disebabkan hutang dan korupsi menimpa sebagian
besar dunia Islam.
Begitu juga pengekoran umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani terjadi dalam kehidupan politik. Politik dibangun atas dasar nilai-nilai sekuler, mencampakkan agama dan moral dalam dunia politik, bahkan siapa yang membawa agama dalam politik dianggap mempolitisasi agama. Begitu buruknya kehidupan politik umat Islam, sampai departemen yang mestinya mencerminkan nilai-nilai Islam, yaitu departemen agama, menjadi departemen yang paling buruk dan sarang korupsi.
Beberapa
kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan
Nashrani, di antaranya:
I.
PENYIKAPAN TERHADAP AGAMA (SEKULER)
Kaum Yahudi dan
Nashrani bersikap sekuler dalam kehidupan. Mereka mencampakkan agama dari
kehidupan sosial politik. Sedangkan di Indonesia, sekulerisme sangat mudah
dibaca dan sangat transparan. Jika kita melihat partai-partai politik, maka
mayoritasnya partai sekuler, sampai partai yang basis masanya ormas Islam
sekalipun, masih sangat kental dengan nilai-nilai sekulernya. Sementara dakwah
Islam, masih sangat sedikit yang mengajak pada kesempurnaan Islam dan
penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Dakwah yang dominan di Indonesia
adalah dakwah tasawuf yang mengajak pada dzikir yang sektoral, pembinaan dan
manajemen hati yang sektoral dan sejenisnya.
II.
PENYIKAPAN TERHADAP AL-QUR'AN
Pensikapan
sebagian umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an sebagaimana Yahudi dan
Nashrani mensikapi Taurat dan Injil. Kemiripan sikap ini pula menimbulkan
fenomena dan dampak yang agak sama yang menimpa antara umat Islam dengan
mereka. Beberapa kemiripan tersebut seperti disebutkan dalam informasi
Al-Qur'an dan Hadits sbb:
1.
Umiyah (Buta Huruf tentang Al-Qur'an)
2.
Juz'iyah Al-Iman (Parsial dan Tidak Utuh dalam
Mengimani Al-Qur'an)
3.
Ittiba Manhaj Al-Basyari (Mengikuti Hukum Produk
Manusia)
4.
Tidak Memahami Kedudukan Al-Qur'an
5.
Hajr Al-Qur'an (Meninggalkan Al-Qur'an)
III.
PENYIKAPAN TERHADAP AHLI AGAMA (KULTUS)
Allah Taala
berfirman, "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka
sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera
Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka
persekutukan." (At-Taubah: 31)
Inilah sikap Yahudi dan Nasrani
terhadap ahli agama mereka. Dan ternyata banyak dari umat Islam yang
mengkultuskan ulama dan kyai dan menempatkan mereka pada posisi Tuhan yang suci
dan tidak pernah salah.
IV.
PENYIKAPAN TERHADAP DUNIA (RAKUS)
Penyakit utama
Yahudi adalah sangat rakus terhadap dunia, baik harta, kekuasaan maupun wanita
sebagaimana direkam dalam Al-Qur'an, Allah Taala berfirman, "Dan sungguh
kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di
dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka
ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak
akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
kerjakan". (Al-Baqarah 96)
Penyakit ini pula yang menimpa
sebagian besar umat Islam sebagaimana disebutkan dalam hadits wahn. Perlombaan
sebagian umat Islam terhadap dunia telah membuat mereka buta dan tuli sehingga
menghalalkan segala cara. Inilah fenomena yang terjadi di Indonesia dan
sebagian negeri muslim lainnya. Mayoritas penduduknya muslim tetapi menjadi
negera terkorup di dunia, paling banyak hutangnya, paling jorok, paling rusak
dll. Sungguh sangat jauh antara Islam dan realitas umat Islam.
V.
PENYIKAPAN TERHADAP AKHIRAT (MEREMEHKAN)
Allah SWT. berfirman:
Artinya: Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh
api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah
kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya
ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui?". (Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia
telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya" (QS Al-Baqarah 80-81).
Inilah sikap mereka yaitu Yahudi terhadap akhirat, lebih khusus lagi
terhadap neraka. Mereka meremehkan siksa api neraka. Dan ternyata penyakit ini
juga banyak menimpa umat Islam. Sebagian umat Islam yang meremehkan siksa api
neraka membuat mereka melalaikan kewajiban Islam, seperti menegakkan shalat,
zakat, puasa, haji, menutup aurat dll. Pada saat yang sama mereka juga tidak
takut berbuat dosa. Inilah fenomena potret umat Islam.
Dan itulah potret dan realitas umat Islam hari ini. Dan ketikan umat
Islam terus mengikuti pola hidup Yahudi dan Nashrani dan mengekor pada
kepentingan mereka, maka akan berakibat sangat buruk yaitu murtad dan jatuh
pada jurang kekafiran. Naudzubillahi min dzaalik. Semoga kita diselamatkan dari
bahaya tersebut sebagaimana yang Allah ingatkan kepada kita semua: "Hai
orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang
diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir
sesudah kamu beriman." (Ali Imran: 100).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar